TAMAN GEMAR MENANAM PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Selasa, 19 Januari 2010 17:38
Senin, 21 Desember '09, benar-benar hari yang tidak terlupakan bagi masyarakat desa hutan Sarangan, Kec. Plaosan Kab. Magetan - Jatim. Pasalnya, pada hari itu mimpi yang mereka perjuangkan lebih dari 5 tahun lalu, telah terwujud. Mimpi untuk mengelola ekowisata di wengkonnya sendiri yang selama melakukan kerjasama PHBM nyaris tidak menghasilkan apa pun yang berarti bagi peningkatan pendapatan masyarakatnya. Tapi kali ini, mereka melalui LMDH Wono Asri, memiliki harapan sangat besar untuk dapat berbuat lebih banyak bagi kaum dhuafa desa hutan Sarangan.

Saya sungguh terharu ketika Ir. Achmad Fachrodji, MM, Direktur Pemasaran Perum Perhutani menyatakan bahwa TAMAN GEMAR MENANAM yang berada dalam kawasan Sarangan Eco Art Village, merupakan yang pertama di Indonesia. Wahana pendidikan lingkungan hidup bagi usia dini itu memang belum pernah ada sebelumnya. Setidaknya, ide untuk menyediakan taman bermain GRATIS sambil mengajari anak-anak PAUD dan TK menanam pohon, serta menguatkan pemahaman pentingnya pohon dalam kehidupan dalam bahasa anak-anak, memang baru pertama kalinya itu diwujudkan.  Keharuan pun memenuhi aura para pengurus LMDH dan tokoh masyarakat, ketika Dirsar memberi nama ekowisata berbasis masyarakat yang dibangun dengan dana swadaya masyarakat itu dengan nama SeaVilla.

Bagi saya pribadi, SeaVilla lebih dari sekedar destinasi pariwisata. SeaVilla merupakan wujud dari sebuah proses perjuangan masyarakat untuk mendapatkan hak-haknya dan sinergi multi pihak yang didasari kepeduliaan untuk menciptakan Hutan Lestari dan Masyarakat Desa Hutan Sejahtera. Proses mewujudkannya merupakan pembelajaran bagi semua pihak bahwa upaya menghapus kemiskinan desa hutan ternyata dapat dilakukan selaras dengan program hutan lestari, dan dilakukan dengan swadaya murni masyarakat. Hal lain yang membanggakan, keterlibatan Koperasi Perum Perhutani dalam proses investasi yang dilakukan di SeaVilla. Ide Kang Mamun Mulyadi, Ketua tim Penggerak PHBM, Tim Pengembangan Usaha KPH Lawu Ds dan juga Ketua Koperasi Karyawan Perhutani KPH Lawu Ds, untuk turut terlibat didalamnya patut mendapat penghargaan. Tampak jelas, ketika semua pihak dapat menghilangkan sekat-sekat pikiran yang terkotak-kotak, maka keuntungan berkelanjutan pun dapat diraih semua yang terlibat.

Meski demikian, sungguh sangat disayangkan memang, masih adanya pejabat yang tidak mampu berpikir holistik, masih terkungkung pemahaman sektorial bahwa PHBM merupakan wilayah biro tertentu beserta struktur dibawahnya, bahwa dalam implementasi PHBM seolah harus memilih KPH atau KBM, bahwa INSAR tidak boleh memasuki ranah PHBM, bahwa wisata bukanlah manisvestasi dari implementasi PHBM. Dan, bahwa PHBM hanya berkutat dalam ranah tanaman atau ONFARM saja. Sungguh mengherankan, ketika struktur lain dalam tubuh Perhutani sudah mulai tergerak untuk bersama-sama mewujudkan Hutan Lestari - Masyarakat Desa Hutan Sejahtera, leading sektornya justru merasa dicampuri urusannya, sehingga tidak satu pun dari mereka yang turut serta hadir dalam moment yang menurut saya bersejarah ini.

tgmDengan segala hormat, secara pribadi saya sampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Ir Achmad Fachrodji, MM, yang telah berkenan untuk MENGAWAL LANGSUNG kelahiran SeaVilla, khususnya TAMAN GEMAR MENANAM di kawasan Destinasi pariwisata Telaga Sarangan. Pemahaman beliau atas PHBM sebagai rumah besar bagi semua pihak, termasuk semua unit kerja internal Perum Perhutani, sebagaimana disampaikannya di depan MUSPIDA Kab Magetan, merupakan pemahaman yang sangat dibutuhkan dan harus didistribusikan, agar menjadi paradigma yang mendasari Spirit of Togetherness dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat di jawa Madura.
salam PHBM !
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 19 Januari 2010 19:40
 

Comment

Peluang Usaha

_______________________________ Keranjang Anyaman Plastik

Kelompok Perempuan Desa Hutan Kab. Ngawi, memproduksi lebih dari 10.000 buah keranjang anyaman plastik per bulan. Kualitas yang terjaga, kontinuitas pasokan yang stabil, dan harga yang sangat kompetitif, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari distributor produknya.

Saat ini, produk tersebut tersebar ke hampir seluruh kota besar di Jawa dan Sumatra. Selain itu, beberapa kelompok secara khusus memproduksi kualitas ekspor.

Anda tertarik? Hub. 081578587008

_______________________________ Kertas Pelepah Pisang

Kertas Pelepah Pisang produksi Desa Hutan, kualitas ekspor tanpa zat kimia, menggunakan pewarna alami, bercorak nature. Kuantitas 10.000 lembar per bulan dengan kontinuitas pasokan stabil.

Tersedia pula produk hasil olahan pelepah pisang, tambang, aneka kerajinan, kotak hadiah, dompet, tas, dll.

Kursus dan Pelatihan pembuatan kertas pelepah pisang, dalam bentuk paket langsung produksi.

Hubungi : 081578587008

_______________________________