Desa Hutan memiliki potensi LUAR BIASA untuk tampil menjadi bagian dari solusi bagi negeri. Mewujudkan Desa Hutan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru, merupakan visi dan tekad kami.
Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Hutan
Ekowisata Berbasis Masyarakat dalam Implementasi PHBM PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Minggu, 15 November 2009 13:48

Kadin Indonesia dalam Roadmap Pembangunan Ekonomi Indonesia 2009 – 2014, menggambarkan sektor pariwisata sebagai sektor yang tampaknya masih kurang dikembangkan. KADIN berargumen bahwa hal ini antara lain terlihat dari rendahnya daya saing Pariwisata kita. Menurut The Travel and Tourism Competitiveness Report 2009, daya saing pariwisata Indonesia berada pada rangking 81, sedikit menurun dari tahun 2008. Indeks daya saing pariwisata ini disusun berdasarkan kelompok indikator kerangka hukum, kondisi lingkungan bisnis dan infrastruktur, sumber daya manusia, budaya, dan sumber daya alam. Daya saing pariwisata Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang masing-masing berada di urutan ke-10 dan ke-32.

Namun pada saat bersamaan, KADIN pun menunjukan sikap optimis atas perkembangan kepariwisataan di Indonesia. KADIN berkeyakinan, pariwisata adalah sebuah industri yang tidak akan pernah habis oleh waktu, justru nilai tambah dan entitas bisnis akan lebih terbuka dengan bertambahnya waktu eksplorasi. Kinerja sektor pariwisata Indonesia sampai saat ini masih cukup menggembirakan. Jumlah turis asing yang berkunjung melalui sebelas gerbang utama Indonesia di tahun 2008 mencapai 5,2 juta orang, atau naik sebesar 19,8 persen dari tahun 2007. Pertumbuhan jumlah turis ini meningkat pesat dibandingkan pertumbuhan di tahun 2006, yaitu minus 2,19 persen.

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 15 November 2009 14:07
Selanjutnya...
 
OASE DI TENGAH TELAGA (2) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Jumat, 13 November 2009 11:17

Pada tulisan sebelumnya saya sampaikan banyak sekali potensi yang dapat dimanfaatkan oleh LMDH dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.  Namun sayang sekali potensi tersebut belum dapat termanfaatkan secara optimal.  Padahal, faktor daya dukung untuk pengembangan usaha mereka telah tersedia dengan jelas di lapangan.

Eco Art Village

Dari penuturan pengurus LMDH Wono Asri, keinginan mereka untuk mengembangkan usaha jasa lingkungan dengan menciptakan obyek dan atraksi wana wisata di wengkonnya, justru muncul karena melihat fakta 60 % wisatawan yang datang ke Telaga Sarangan kembali pulang.  Pengunjung itu sudah jenuh dengan kondisi obyek wisata Telaga Sarangan yang nyaris sembrawut, tidak ada alternatif obyek lain untuk dinikmati, termasuk obyek wana wisata Perum Perhutani.  Seperti Obyek Wana Wisata Mojosemi misalnya, tampak jelas tidak diurus dengan baik oleh Perum Perhutani sebagai pengelola.  Lihat saja pintu gerbang, kantor informasi, wc umum, masjid dan fasilitas lainnya, dalam kondisi sangat terbengkalai.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 November 2009 07:40
Selanjutnya...
 
OASE DI TENGAH TELAGA (1) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Kamis, 12 November 2009 07:44

Telaga Sarangan memang salah satu Daerah Tujuan Wiasata (DTW) andalan di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Magetan.  Bukan saja karena keberadaan telaganya, namun juga atmosphere pegunungan yang dikelilingi hutan pinus dan tegakan pohon lain berumur lebih dari 50 tahun.  Sejuk dan dingin segera menyergap saya sejak menapaki jalan menanjak memasuki pintu gerbang Sarangan.  Jalan lingkar selatan yang tengah dikerjakan, menjanjikan keindahan luar biasa kala kelak telah sempurna.  Menjelang tengah malam, jalan lingkar itu bagai naga bersinar dari lampu mobil dan motor yang pelan menapaki tanjakan lereng Lawu.

Sungguh, saya tidak memiliki bayangan seperti apa kehidupan masyarakat desa hutan di batas hutan lindung Gunung Lawu ini.  Kelurahan Sarangan, memang berbatasan dengan hutan yang dikelola KPH Lawu Ds, tepatnya di BKPH Lawu Selatan, RPH Sarangan.  Secara administratif, masuk kedalam wilayah Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Propinsi Jawa Timur.  Baru setelah memasuki rumah megah dan disambut ramah banyak orang yang menurutnya telah menunggu sejak habis Isya, saya memiliki sedikit gambaran tentang profile masyarakat yang memiliki wengkon hutan Sarangan.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 13 November 2009 11:21
Selanjutnya...
 
Melambungkan Devisa Melalui Ekowisata PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh APIndonesia (net/red)   
Sabtu, 14 November 2009 09:19

Jakarta,(APIndonesia.Com). Ekowisata telah berkembang sebagai salah satu industri pariwisata yang potensial untuk meningkatkan penerimaan devisa negara, terutama pada dasawarsa terakhir ini. Hampir 10% jumlah pekerja di dunia, bekerja di sektor pariwisata dan tidak kurang dari 11% Groos Domestic Product (GDP) seluruh dunia berasal dari sektor ini.

Di Indonesia, ekowisata telah menyumbangkan devisa sebesar Rp. 80 triliun pada tahun 2008 dengan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 6,5 juta orang. Penerimaan tersebut meningkat 33% dari tahun 2007 (Rp.60 triliun), dimana jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke indonesia sebesar 5 juta orang.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 14 November 2009 09:57
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 3 dari 7

Login Form



Statistics

Jumlah Kunjungan Konten : 148298

Who's Online

Kami memiliki 4 Tamu online

Comment

Peluang Usaha

_______________________________ Keranjang Anyaman Plastik

Kelompok Perempuan Desa Hutan Kab. Ngawi, memproduksi lebih dari 10.000 buah keranjang anyaman plastik per bulan. Kualitas yang terjaga, kontinuitas pasokan yang stabil, dan harga yang sangat kompetitif, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari distributor produknya.

Saat ini, produk tersebut tersebar ke hampir seluruh kota besar di Jawa dan Sumatra. Selain itu, beberapa kelompok secara khusus memproduksi kualitas ekspor.

Anda tertarik? Hub. 081578587008

_______________________________ Kertas Pelepah Pisang

Kertas Pelepah Pisang produksi Desa Hutan, kualitas ekspor tanpa zat kimia, menggunakan pewarna alami, bercorak nature. Kuantitas 10.000 lembar per bulan dengan kontinuitas pasokan stabil.

Tersedia pula produk hasil olahan pelepah pisang, tambang, aneka kerajinan, kotak hadiah, dompet, tas, dll.

Kursus dan Pelatihan pembuatan kertas pelepah pisang, dalam bentuk paket langsung produksi.

Hubungi : 081578587008

_______________________________