Desa Hutan memiliki potensi LUAR BIASA untuk tampil menjadi bagian dari solusi bagi negeri. Mewujudkan Desa Hutan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru, merupakan visi dan tekad kami.
Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Hutan
Duta Taman Gemar Menanam, Kirim Surat ke Presiden SBY PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Selasa, 08 Juni 2010 18:25

Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, Areal (9 tahun), siswi kelas 3 SD N 2 Sarangan, Kec. Plaosan Kab. Magetan, membacakan surat yang dibuatnya untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di depan seratusan anak-anak TK beserta para orang tuanya, Pendiri dan Pengurus Taruna Desa Hutan Indonesia dan para tamu undangan.  Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Gebyar Menanam - Taman Gemar Menanam SeaVilla dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, yang diprakarsai oleh TADINA, LSM Lingkungan yang mendedikasikan dirinya dalam bidang pendidikan lingkungan dan gerakan gemar menanam di kalangan anak-anak, khususnya siswa SD, TK dan PAUD.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 08 Juni 2010 18:46
Selanjutnya...
 
500 ribu Hektar, Hutan untuk Rakyat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Humas Pemkab. Lamongan   
Sabtu, 15 Mei 2010 10:48

Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan kepada ratusan masyarakat desa hutan di Lamongan kemarin menungkapkan kementriannya menargetkan tahun ini bisa membuka 500 ribu hektar hutan tanaman rakyat atau HTR. Menhut menyebut program tersebut bagian dari upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta memberikan keadilan pada masyarakat.

Dalam lawatannya tersebut Menhut didampingi Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Jatim Choiruddin Syakir bersama sejumlah pejabat dari Kementrian Kehutanan RI. Sementara Bupati Lamongan Masfuk terlihat menyambut kehadiran Menhut di Pendopo Kecamatan Sambeng tersebut.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 15 Mei 2010 11:02
Selanjutnya...
 
TAMAN GEMAR MENANAM PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Selasa, 19 Januari 2010 17:38
Senin, 21 Desember '09, benar-benar hari yang tidak terlupakan bagi masyarakat desa hutan Sarangan, Kec. Plaosan Kab. Magetan - Jatim. Pasalnya, pada hari itu mimpi yang mereka perjuangkan lebih dari 5 tahun lalu, telah terwujud. Mimpi untuk mengelola ekowisata di wengkonnya sendiri yang selama melakukan kerjasama PHBM nyaris tidak menghasilkan apa pun yang berarti bagi peningkatan pendapatan masyarakatnya. Tapi kali ini, mereka melalui LMDH Wono Asri, memiliki harapan sangat besar untuk dapat berbuat lebih banyak bagi kaum dhuafa desa hutan Sarangan.

Saya sungguh terharu ketika Ir. Achmad Fachrodji, MM, Direktur Pemasaran Perum Perhutani menyatakan bahwa TAMAN GEMAR MENANAM yang berada dalam kawasan Sarangan Eco Art Village, merupakan yang pertama di Indonesia. Wahana pendidikan lingkungan hidup bagi usia dini itu memang belum pernah ada sebelumnya. Setidaknya, ide untuk menyediakan taman bermain GRATIS sambil mengajari anak-anak PAUD dan TK menanam pohon, serta menguatkan pemahaman pentingnya pohon dalam kehidupan dalam bahasa anak-anak, memang baru pertama kalinya itu diwujudkan.  Keharuan pun memenuhi aura para pengurus LMDH dan tokoh masyarakat, ketika Dirsar memberi nama ekowisata berbasis masyarakat yang dibangun dengan dana swadaya masyarakat itu dengan nama SeaVilla.
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 19 Januari 2010 19:40
Selanjutnya...
 
OASE DI TENGAH TELAGA (3) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh A Dudi Krisnadi   
Selasa, 17 November 2009 23:11

Semangat kebersamaan LMDH Wono Asri untuk mewujudkan impiannya, semakin mengkristal tatkala dirasakan bahwa hambatan paling besar justru berada diluar lembaganya. Lucunya, kendala itu justru muncul dari mitra kerja lembaganya sendiri dalam implementasi PHBM, yakni ketidaksiapan personal frontline Perum Perhutani. Tampak jelas ketika mereka menjawab pertanyaan saya, apakah KSS PHBM KPH beserta TPM melakukan asistensi terhadap keinginan mereka itu? Dengan tegas mereka menjawab tidak. Pun demikian ketika saya tanya apakah PHBM di Kantor Unit II dan atau KBM Wisata pernah memberikan kontribusi nyata untuk melibatkan mereka dalam aktivitas wisatanya.

Undang-undang No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pasal 19 ayat 2 dengan jelas menyatakan “Setiap orang dan/atau masyarakat di dalam dan di sekitar destinasi pariwisata mempunyai hak prioritas: a. menjadi pekerja/buruh; b. konsinyasi; dan/atau c. pengelolaan”. Destinasi Pariwisata yang dimaksud ayat tersebut adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 17 November 2009 23:30
Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 2 dari 7

Login Form



Statistics

Jumlah Kunjungan Konten : 148295

Who's Online

Kami memiliki 3 Tamu online

Comment

Peluang Usaha

_______________________________ Keranjang Anyaman Plastik

Kelompok Perempuan Desa Hutan Kab. Ngawi, memproduksi lebih dari 10.000 buah keranjang anyaman plastik per bulan. Kualitas yang terjaga, kontinuitas pasokan yang stabil, dan harga yang sangat kompetitif, menjadi alasan utama untuk menjadi bagian dari distributor produknya.

Saat ini, produk tersebut tersebar ke hampir seluruh kota besar di Jawa dan Sumatra. Selain itu, beberapa kelompok secara khusus memproduksi kualitas ekspor.

Anda tertarik? Hub. 081578587008

_______________________________ Kertas Pelepah Pisang

Kertas Pelepah Pisang produksi Desa Hutan, kualitas ekspor tanpa zat kimia, menggunakan pewarna alami, bercorak nature. Kuantitas 10.000 lembar per bulan dengan kontinuitas pasokan stabil.

Tersedia pula produk hasil olahan pelepah pisang, tambang, aneka kerajinan, kotak hadiah, dompet, tas, dll.

Kursus dan Pelatihan pembuatan kertas pelepah pisang, dalam bentuk paket langsung produksi.

Hubungi : 081578587008

_______________________________